Menu Click to open Menus
Home » Headline » Vox Point #14 : Kinerja KPK Harus Maksimal, Selain OTT Juga Harus Berani Usut Kasus Di Badan Kepolisian

Vox Point #14 : Kinerja KPK Harus Maksimal, Selain OTT Juga Harus Berani Usut Kasus Di Badan Kepolisian

(146 Views) January 9, 2020 5:28 pm | Published by | No comment

JAKARTA, HEADLINE NEWS – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Vox Point Indonesia untuk pertama kalinya di tahun 2020 ini menggelar diskusi publik, tepatnya pertemuan yang ke-14, dengan mengusung tema “Menanti Kinerja Pimpinan Baru KPK” yang diselenggarakan di sekretariat Vox Point Indonesia, Sanggar Prativi Building, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kamis (09/01).

Diskusi publik yang dimoderatori oleh Ervan You ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya adalah Yohanes Handojo Budhisejati selaku Ketua Umum DPN Vox Point Indonesia, Neta S.Pane (Ketua Presidium Indonesia Police Watch/IPW), Ray Rangkuti (koordinator Lintas Masyarakat Madani Indonesia/LIMA), dan Arteria Dahlan (anggota komisi III DPR RI dari fraksi partai DPIP).

Dalam sambutannya Yohanes Handojo Budhisejati mengatakan bahwa sebagai lembaga KPK belum bekerja maksimal terutama untuk penyelesaian kasus-kasus besar korupsi.

“Selama ini KPK hanya fokus kepada kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT), padahal masih ada kasus besar korupsi yang belum terselesaikan. Kita lihat saja 100 hari kinerja pimpinan KPK yang baru apakah mampu menjawab keinginan masyarakat Indonesia yakni bekerja maksimal melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Jadi bukan bertambahnya OTT, tapi berkurangnya orang-orang yang melakukan korupsi. Munculnya budaya bebas korupsi itulah harapan kita semua,” ujarnya.

Diwaktu yang sama, Neta S. Pane berpendapat bahwa KPK saat ini jauh lebih baik, dan lebih kuat dibandingkan KPK periode sebelumnya.

“Masuknya Perwira Tinggi dari Kepolisian sebagai Ketua Komisioner KPK menjadi harapan untuk menjadikan KPK bisa lebih terkordinasi terutama keberanian untuk mengusut kasus korupsi di tubuh kepolisian. Jadi tak hanya fokus kepada pengusutan kasus yang melibatkan politisi saja,” tuturnya.

Lebih lanjut Neta menjelaskan mengenai cara mengukur indeks korupsi bukan hanya melalui banyaknya OTT melainkan harus mengedepankan pencegahan korupsi.

“Tujuan KPK dibentuk adalah untuk mencegah terjadinya korupsi. Untuk itu, kedepannya saya berharap KPK mengutamakan pencegahan korupsi dengan meningkatkan koordinasi dan supervisi sesuai dengan undang-undang tentang KPK,” jelasnya.

Hal yang tidak beda jauh adalah pernyataan dari Ray Rangkuti, ia sangat optimis dengan kepemimpinan baru di KPK.

“KPK yang saat ini berada di bawah Presiden harusnya mampu menyelesaikan kasus-kasus besar yang sudah berada di meja KPK itu bisa terselesaikan. Keberhasilan KPK adalah keberhasilan Presiden Jokowi, begitu sebaliknya. Bagi saya OTT itu menjadi pertanda bahwa KPK tidak pernah diam untuk memberantas korupsi di negeri ini,” tandasnya.

Kesimpulannya, KPK sebagai komisi yang independen diharapkan bisa bekerja lebih dari sekedar OTT yang nilai kerugiannya di bawah 1 miliar, dengan kewenangan yang besar di harapkan komisioner yang baru bisa bekerja mendapat tangkapan OTT dengan nilai yang lebih besar dari 1 milyar dan menyelesaikan kasus besar seperti BLBI, CENTURY, e-KTP dan Asuransi Jiwasraya jika KPK tidak bisa efektif dalam mencegah dan memberantas korupsi lebih baik tidak usah jadi badan adhoc tapi di lebar saja ke kepolisian toh ketuanya juga dari jenderal polisi aktif.

Reporter : Putri.

Tags: ,
Categorised in: , ,

No comment for Vox Point #14 : Kinerja KPK Harus Maksimal, Selain OTT Juga Harus Berani Usut Kasus Di Badan Kepolisian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *