Menu Click to open Menus
Home » Berita » Hukum » Tak Mempan Dibacok dan Ditusuk Tapi Tewas Setelah Kepalanya Dihajar Batu

Tak Mempan Dibacok dan Ditusuk Tapi Tewas Setelah Kepalanya Dihajar Batu

(1082 Views) June 21, 2019 2:53 am | Published by | No comment

Cianjur – Headline News – Warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Geger saat tiga pelaku pembunuhan sadis melakukan reka adegan di TKP perkebunan teh, Rabu (19/6/2019).

Kira kira terdapat  tiga puluhan reka adegan saat korban Abdulah Sobarudin (20) dibunuh secara sadis dengan menggunakan golok, pisau, batu, dan besi tajam keling.

Proses reka adegan juga disaksikan keluarga korban yang bernama Sudjana (35).

Sudjana hadir di lokasi kejadian bersama istri dan anaknya dan berharap agar pelaku dihukum sesuai perbuatan mereka dan tak ada lagi korban selanjutnya.

“Saya kebetulan dekat sini dan akan ada reka adegan, jadi saya kemari,” kata Sudjana.

Sudjana mengatakan, korban pamit dari rumah saat bulan puasa pada Sabtu (25/5/2019) malam.

“Pamitnya kepada keluarga mau main pergi Sabtu.”

“Namun setelah itu, tiga hari menghilang,” kata Sudjana.

CEK VIDEO JIMAT KEBAL YANG SATU INI :

Orangtua korban Esih (50) dan Obah (50), baru mengetahui kalau anaknya sudah tidak bernyawa lagi empat hari kemudian itupun melalui medsos facebook.

“Jadi keluarga baru mengetahui korban meninggal setelah empat hari, melihat di Facebook,” jelas Sudjana.

Ia mengatakan, aslinya korban merupakan warga Ciengang, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.

Semula tiga pelaku mendatangi rumah korban hanya untuk mengajak main di warung kopi.

Sesampainya di warung kopi tersebut, para pelaku yang berinisial AG (17), SA (20), dan FE (20), merencanakan untuk mabuk bersama di kebun teh yang masuk ke wilayah Cianjur.

Tiba di kebun teh, tiga tersangka dan korban yang mengendarai dua motor berpura-pura membuka kemasan untuk mabuk bersama.

CEK VIDEO JIMAT KEBAL YANG SATU INI :

Namun, seperti mempunyai firasat korban berdiri dan setengah menantang kepada para pelaku.

Langsung saja salah satu pelaku  menusukan pisau ke arah perut korban.

Anehnya ketika ditusuk pisau jangankan terluka, tapi pisaunya malah bengkok.

Melihat hal tersebut sontak para pelaku lainnya juga menghantamkan golok ke tangan korban.

Tetapi para pelaku lainnya malah tercengang bingung karena dua kali hantaman tak membuat korban terluka sama sekali.

Mungkin dibenak para pelaku mengira korban sakti mandraguna seperti legenda si Pitung dari Marunda.

Lalu, pelaku sempat menggeledah saku dompet korban mencari jimat kebalnya.

Karena merasa sakti dan diatas angin, korban semakin pede dan berujar silakan bacok kalau memang mempan.

Karena berasumsi korban kebal karena jimat, mereka pun mencoba mensiasati pertarungan yang tidak seimbang itu dengan cara membuang jimat kebal dalam dompet korban dan kembali menyerang korban.

CEK VIDEO JIMAT KEBAL YANG SATU INI:

Pelaku dengan brutal kembali membacokkan golok ke arah lengan atas namun melenceng hingga membacok ke arah leher.

Bacokan yang bertubi tubi itu dilakukan tanpa ampun berkali-kali sampai korban mulai terbuka titik apesnya dan terluka.

Lalu, seorang pelaku dengan bengisnya mengambil batu besar dan menghantamkannya ke arah kepala korban.

Sadis sekali memang jalannya proses pembunuhan seorang yang mempunyai ilmu kebal ini.

Tiba tiba korban yang sejak awal terdiam mulai berontak karena dinilai para pelaku sudah keterlaluan.

Pelaku dengan tega menghantamkan kepala korban dengan batu besar sebanyak dua hantaman batu lagi.

Ahkirnya korban tak bergerak lagi mati ditempat.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, yang hadir di reka adegan mengatakan, para pelaku terungkap setelah pelaku pertama AG tertangkap di wilayah Bogor.

Dari penangkapan pertama, polisi melakukan pengembangan kasus dan penangkapan terhadap dua pelaku lainnya.

CEK VIDEO JIMAT KEBAL YANG SATU INI:

“Hari ini, kami mengadakan rekonstruksi kasus eksekusi terhadap korban hasil rekonstruksi terungkap bahwa pelaku sudah merencanakan adanya pembunuhan terhadap korban,” ujar Soliyah.

Pembunuhan yang terjadi 26 Mei 2019 sekitar pukul 23.00 WIB itu melibatkan satu pelaku di bawah umur dan akan dikenakan undang-undang perlindungan anak.

Kuasa hukum para pelaku Uus Usmayanto dan Iwan Tudi Hermawan, mengatakan pihaknya sebagai kuasa hukum yang ditunjuk oleh polres akan memisahkan kasus hukum pelaku yang telah dewasa dan satu pelaku yang masih di bawah umur.

“Kami akan melakukan pendampingan sesuai dengan apa yang telah diamanatkan undang-undang,” jelas Uus.

Begitulah reka ulang jalan cerita pembunuhan berencana yang dilakukan dengan sadis terhadap Sobarudin Abdulah yang diyakini mempunyai ilmu kebal.

Reporter : Luq

Categorised in:

No comment for Tak Mempan Dibacok dan Ditusuk Tapi Tewas Setelah Kepalanya Dihajar Batu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *