Menu Click to open Menus
Home » Berita » Politik » Alumni LBH dan YLBHI Perihatin Atas Kejadian Ricuh di Bawaslu 22 Mei 2019

Alumni LBH dan YLBHI Perihatin Atas Kejadian Ricuh di Bawaslu 22 Mei 2019

(256 Views) May 22, 2019 2:49 pm | Published by | No comment

Jakarta – Headline News – Situasi unjuk rasa yang terjadi sejak Selasa, 21 Mei 2019, dimana gelombang aksi unjuk rasa terus berlangsung dan benturan dengan aparat keamanan baik dari Kepolisian (Polri) dan Tentara (TNI) telah menelan korban jiwa serta luka-luka dari masyarakat sipil.

Melihat hal ini pihak alumni Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) menyampaikan keperihatinan dan pernyataan kepada aparat keamanan Polri dan TNI yang diperbantukan, untuk dengan sungguh-sungguh agar mengedepankan cara-cara persuasif dan manusia dalam menghadapi massa aksi/demonstran. Selain itu, pihak Polri diharapkan tidak melakukan tindakan yang represif dan kontra produktif bagi penegakan dan pemenuhan Hak Azasi Manusia.

Sesuai dengan siaran pers pihak LBH dan YLBHI bahwa, informasi timbulnya korban pada masyarakat sipil, patut dicurigai, Polri telah melakukan tindakan diluar batas kewajaran, tindakan diluar prosedur penanggulangan aksi massa. Padahal seharusnya Polri mengedepankan pola-pola yang humanis dan tidak represif, sebagaimana Peraturan Kapolri No. 16 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengendalian Massa.

Disiarkan pula, kepada massa aksi atau para peserta unjuk rasa dimohon untuk menyampaikan aspirasinya secara baik dan bertanggungjawab, dan tidak melakukan perbuatan yang berpotensi melanggar hukum, apalagi tindakan kekerasan. Tindakan kekerasan hanya akan merugikan diri sendiri dan tidak tersalurkannya aspirasi secara benar.

LBH dan YLBHI menyarankan agar kekecewaan atas hasil Pemilu/Pilpres disalurkan sesuai kanal-kanal hukum yang tersedia, penyelesaian sesuai mekanisme yang telah disepakati dalam sistem Demokrasi. Mekanisme Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi adalah cara yang telah kita sepakati dalam sistem Pemilu. Itu semua diciptakan agar demokrasi berjalan dengan baik dan terus menjadi baik.

Dari kejadian ini, pihak LBH dan YLBHI menyarankan agar semua pihak untuk melakukan evaluasi sistem pemilu ke depan, terutama pemilihan Presiden agar berjalan dengan jurdil, sebagaimana saat ini dicurigai adanya ketidaknetralan aparatur negara, serta keberpihakan aparat penegak hukum, pemanfaatan fasilitas oleh patahana serta ketidakadilan lainnya akibat adanya presidensial treshold. Dan kepada Presiden RI, agar tidak diam pada situasi seperti ini, berikan kepastian keamanan dan perlindungan HAM pada rakyatnya, jika situasi bentrok terus terjadi, maka sesungguhnya korbannya adalah rakyat, dan presdien harus bertanggungjawab.

Pada akhirnya LBH dan YLBHI menghimbau kepada semua pihak agar menghentikan kekerasan, apapun alasannya, kekerasan bukan solusi di era demokrasi. Demikian siaran pers ini kami sampaikan sebagai bagian tanggungjawab kita bersama menjaga marwah demokrasi dan Hak asasi manusia. (red)

Categorised in:

No comment for Alumni LBH dan YLBHI Perihatin Atas Kejadian Ricuh di Bawaslu 22 Mei 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *