Menu Click to open Menus
Home » Berita » Hukum » Aneh, Saksi Kunci Dalam Persidangan Kasus Pencurian Gugurkan Kesaksiannya, Ada Apa Dibalik Itu ?

Aneh, Saksi Kunci Dalam Persidangan Kasus Pencurian Gugurkan Kesaksiannya, Ada Apa Dibalik Itu ?

(334 Views) October 9, 2019 10:14 pm | Published by | No comment
Foto : ilustrasi.

JAKARTA, HEADLINE NEWS – Perseteruan dalam rumah tangga antara Drg. Susilawati alias Chong Ajcen dan Edwin Tjin alias Hengki (pengusaha smelter) terkait pencurian dalam rumah tangga yang ditaksir telah merugikan Susi sebesar 1,5 M kembali menarik perhatian publik dan berlanjut lagi ke meja hijau di Pengadilan Negeri Sungailiat, Bangka. Senin (07/10) kemarin.

Dari catatan perkara tindak pidana pencurian dalam keluarga yang telah inkrah memutuskan terdakwa Hengki bersalah – MA No: 397 K/PID/ 2016 tertanggal 15 Januari 2016 jo Putusan PN Sungailiat No: 593/Pid.B/2015/PN. Segel tertanggal 17 Desember 2015, bahwa pada mulanya terdakwa Edwin Tjin alias Hengki dan Susilawati alias Chong Ajcen (saksi korban) adalah pasangan suami istri dengan Akta Perkawinan No. 526/P.T/2000 tanggal 26 Desember 2000, dari perkawinan tersebut dikaruniai 3 (tiga) orang anak yang bernama Nathania Jesslyn, Joanne Deslyn Tjin dan Justin Nathan Tjin. Kemudian pada bulan Oktober 2013 terdakwa pisah meja dan ranjang dengan Susilawati dan tidak tinggal serumah lagi dan selanjutnya terdakwa juga tidak pernah lagi memberi nafkah lahir dan batin dan pada tanggal 05 Juni 2015 terdakwa digugat cerai oleh Susilawati di Pengadilan Negeri Sungailiat.

Perkara bermula saat Susi sedang berada diluar kota. Dari kutipan keterangan saksi fakta (Ella dan Rokhanah) bahwa terdakwa (Hengki) pada hari Selasa, 16 Juni 2015 sekitar pukul 18.04 Wib, bersama temannya yaitu saksi Yopie Fernando alias Pingot datang kerumah saksi Susilawati di Jalan Muhidin No. 889 Kelurahan Sungailiat Kabupaten Bangka dengan menggunakan mobil Toyota Innova No.pol B 577 JST, pada saat itu terdakwa langsung masuk kerumah saksi korban dan bertemu dengan saksi Susilawati alias Ella binti Abdullah Sani yang merupakan pegawai praktek dari Susi. Sementara saksi Yopie Fernando (Pingot) duduk menunggu di ruang praktek. terdakwa menuju kelantai atas rumah, lalu masuk kekamar saksi korban (Susi) dan bertemu saksi Rokhanah Als (Mbak Yu binti Muhammad Saibani) yang sedang memandikan anak terdakwa, selanjutnya terdakwa melihat brankas dan kemudian membuka brangkas tersebut dan mengambil amplop besar yang berwarna kecoklatan yang berisi surat berharga sertifikat dan emas batangan.

Kejadian itu dilaporkan ke Susi melalui telpon dan SMS. Kemudian Susi perintahkan Ella agar segera laporkan apa yang dilihatnya dilaporkan ke Polisi. Sayangnya laporan Ella saat itu ditolak petugas kepolisian dan disarankan agar korban langsung (Susi) yang datang melaporkan. Kemudian sepulangnya Susi dari luar kota, ia lalu melaporkan Hengki ke Polisi dengan dugaan pencurian dalam rumah tangga. Polisi menindak lanjuti laporan Susi dan mengembangkan perkara ini guna mencari dan mendapatkan bukti-bukti kebenaran laporan tersebut.

Berdasarkan keterangan putusan PN Sungailiat, bahwa saksi pernah diperiksa oleh Penyidik Polda Kepulauan Bangka Belitung terkait peristiwa pidana pencurian dalam keluarga di rumah saksi sebagaimana dalam Laporan Polisi Nomor: Lp/B-401/VII/2015/Babel/SPKT, tanggal 06 Juli 2015. Dengan dugaan kuat mengarah kepada Hengki sebagai pelakunya. Hal itu diperkuat oleh keterangan saksi-saksi dan kamera CCTV.

Terdakwa Hengki ditahan berdasarkan Surat Perintah/Penetapan penahanan :

  1. Penyidik, Nomor:SP.Han/23/IX/2015 Dit Reskrimum, sejak tanggal 08 September 2015 sampai dengan tanggal 27 September 2015 dengan Tahanan Rutan;
  2. Penangguhan penahanan oleh Penyidik, sejak tanggal 14 September 2015;
  3. Penuntut Umum, Nomor:Print–60/SPP/Epp.2/09/2015, sejak tanggal 17 September 2015 sampai dengan tanggal 6 Oktober 2015 dengan Tahanan Rumah;
  4. Hakim Pengadilan Negeri Sungailiat, Nomor : 593/Pid.B/2015/PN.Sgl, sejak tanggal 30 September 2015 sampai dengan tanggal 29 Oktober 2015 dengan Tahanan Rumah;
  5. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat, Nomor : 593/Pid.B/2015/ PN.Sgl, sejak tanggal 30 Oktober 2015 sampai dengan tanggal 28 Desember 2015 dengan Tahanan Rumah;

Proses hukum terus berlanjut hingga persidangan di Pengadilan Negeri Sungailiat, Bangka. Dalam persidangan Pencurian Dalam Rumah Tangga saksi fakta (Ella) sampaikan apa yang ia lihat dan dilakukan terdakwa saat kejadian di rumah saksi (Susi). Dan fakta-fakta hukum yang disampaikan para pihak terkait telah menunjukkan secara jelas dan meyakinkan Majelis Hakim PN Sungailiat bahwa Edwin Tjin alias Hengki terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 367 ayat (2) KUHP.

Setelah mendengar keterangan saksi-saksi, dan pembacaan Tuntutan Pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Sungailiat Nomor Reg. Perkara : PDM-63/S.Liat/ Euh.2/09/2015, tanggal 10 Desember 2015, memohon agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sungailiat menjatuhkan putusan sebagai berikut :

  1. Menyatakan Terdakwa Edwin Tjin Als Hengki bersalah melakukan tindak pidana “Pencurian Dalam Keluarga” melanggar Pasal 367 ayat (2) KUHP sebagaimana yang telah kami dakwakan;
  2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) bulan dikurangi selama Terdakwa dalam tahanan.

Tapi sesuatu mengejutkan terjadi, Saksi pelapor yang mana dipersidangan awal memberikan kesaksian memberatkan terdakwa Hengki tiba-tiba memberikan pernyataannya, bahwa apa yang disampaikannya dalam keterangan saksi pada persidangan pencurian dalam keluarga dengan terdakwa Hengki adalah suatu kebohongan. Ella berubah 180 derajat, kesaksian faktanyanya ia gugurkan sendiri. Sehingga kesaksian Ella merugikan Hengki.

Kejadian dalam kasus ini sangat menarik perhatian banyak pihak, tidak saja dari warga Bangka namun warga di daerah lainnya. Sebab Ella sebagai saksi fakta menggugurkan kesaksiannya, yang dalam sidang awal telah meyakinkan JPU dan Majelis Hakim bahwa terdakwa Hengki diputuskan terbukti bersalah.

Ada beberapa poin menarik dalam catatan putusan PN Sungailiat yang selanjutnya menjadi keputusan ingkrah MA bahwa Hengki terbukti bersalah melakukan pencurian dalam keluarga, terkait bagaimana hubungan serta status pernikahan Susi dan Hengki, kemudian kesaksian fakta dalam persidangan awal dinyatakan palsu oleh Ella sebagai saksi fakta. Dan atas perbuatan Ella tersebut Hengki melaporkan Ella sebagai pemberi kesaksian palsu dalam persidangan di PN Sungailiat yang kemudian memutuskan Hengki terbukti bersalah.

Kini Susilawati alias Ella tengah jalani sidang tuntutan perkara Kesaksian Palsu sebagai terdakwa dan dinyatakan melanggar Pasal 242 ayat 1 KUHP tentang keterangan palsu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mila Karmila di Pengadilan Negeri Sungailiat Bangka, dihadapan majelis hakim yang diketuai Oloan, SH. MH, Jaksa Penuntut Umun menuntut terdakwa hukuman tiga bulan penjara. Kemudian depan persidangan, Ela sampaikan Senin pekan depan akan ajukan nota pembelaan / pledoi, sehingga Hakim putuskan sidang dilanjutkan Senin depan 14/10/2019.

Pernyataan Ella merubah keadaan kedua pihak yang bersengketa. Sehingga tak dipungkiri muncul persepsi di publik. Disusul Susi dengan hak jawabnya keluarkan pernyataan tertulis atas tanggapan pemberitaan diterbitkan pada Selasa 2 Oktober 2019 terkait keterangan terdakwa Ella di persidangan Senin 1 Oktober 2019 dalam agenda pemeriksaan terdakwa.

Menurut Susi, sebelum pemeriksaan terhadap terdakwa, dirinya telah diambil keterangan terlebih dahulu di muka sidang sebagai saksi pada 24 September 2019. Sedangkan perkara dengan terdakwa Ela ini mulai disidangkan sejak tanggal 3 September 2019, dengan nomor 245/Pid. B/2019/PN. Sgl yang disidangkan PN Sungailiat mempunyai korelasi pada perkara tindak pidana pencurian dalam keluarga yang telah inkrah berdasarkan putusan MA No: 397 K/PID/ 2016 tertanggal 15 Januari 2016 jo Putusan PN Sungailiat No: 593/Pid.B/2015/PN. Sgl tertanggal 17 Desember 2015. Terdakwa (Hengki) dalam kasus itu dijatuhi hukuman dua bulan penjara.

Sedangkan terhadap keterangan terdakwa Ella di persidangan, disebutkan Susi bahwa terdakwa mengakui berkali-kali (lebih dari tiga kali) didatangi Saksi Pelapor di rumah terdakwa untuk membuat surat pernyataan. Lalu terdakwa dan saksi pelapor ada membuat perjanjian perdamaian yang pada pokoknya saksi pelapor tidak akan melibatkan terdakwa dalam permasalahan hukumnya dengan Saksi Drg. Susylawati akan tetapi nyatanya saksi pelapor membuat laporan polisi terhadap terdakwa.

“Terdakwa juga telah menyampaikan atas inisiatifnya sendiri pernah mendatangi tempat prakteknya dan meminta maaf serta menyampaikan diminta saksi pelapor membuat surat pernyataan guna kepentingan peninjauan kembali (PK) dan memulihkan harkat dan nama baik saksi pelapor serta membuat perjanjian perdamaian,” tutur Drg. Susi.

Tidak hanya itu, terdakwa kesaksian palsu (Ella) dalam persidangan menyampaikan bahwa orang yang datang (saksi pelapor) di tempat praktek sama dengan orang yang terlihat pada CCTV terdakwa juga oleh ketua majelis hakim dianggap ngawur dan plin-plan dalam memberikan keterangan karena tidak focus dalam mendengarkan dan memberikan keterangan atas pertanyaan majelis hakim. Dan selanjutnya terdakwa mengakui tidak mengetahui berkas apa yang dititipkan oleh saksi drg. Susylawati karena yang bersangkutan hanya menerima dan selanjutnya menyimpan dalam laci meja di rumah terdakwa tanpa pernah melihat berkas, juga perhiasan emas apa yang dijual oleh Drg. Susi.

Terkait permasalahan ini, dirinya membantah jika disebutkan menjadi aktor yang memerintahkan terdakwa (Ella) memberikan keterangan palsu, dan merupakan fakta hukum dalam rangkaian peristiwa pencurian dalam keluarga. “Berdasarkan cerita dari terdakwa yang menghubungi saya langsung yang pada saat kejadian berada di Jakarta melalui telepon maupun sms, sehingga sangat tidak masuk diakal apabila terdakwa memberikan keterangan bahwa sayalah yang memerintahkan agar terdakwa mengatakan melihat kantong saku celana Hengki menggelembung, kontras dengan keterangan terdakwa sendiri dalam putusan PN Sungailiat tanggal 17 Desember 2015 halaman 13,” ujar Drg. Susi dalam keterangan tertulisnya. (Putri).

Sumber : Laporan Publik dari Mahkamah Agung.

Categorised in:

No comment for Aneh, Saksi Kunci Dalam Persidangan Kasus Pencurian Gugurkan Kesaksiannya, Ada Apa Dibalik Itu ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *