Menu Click to open Menus
Home » Berita » Hukum » Apakah WNI yang Terlibat ISIS Masih Diakui Sebagai Warga Negara Indonesia ?

Apakah WNI yang Terlibat ISIS Masih Diakui Sebagai Warga Negara Indonesia ?

(310 Views) June 20, 2019 12:33 am | Published by | No comment

Jakarta – Headline News – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berkeras ratusan warga negara Indonesia yang dideportasi karena terlibat ISIS. Ryamizard berpendapat, lebih baik mereka tidak usah kembali ke Indonesia.

“Enggak usah balik lagilah. Kalau mau berjuang, ya berjuang saja di sana sampai mati,” ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/7/2017).

“Daripada ngerepotin, biarin sajalah di sana,” lanjut dia.

Soal alasan mereka kembali, yakni ingin menikah dan sebagainya, Ryamizard tidak menerima alasan tersebut. Menurut dia, alasan itu bersifat dicari-cari.

“Alasan itu alasan klasik,” ujar dia.

Soal beberapa negara di Asia yang menetapkan status siaga I ISIS, Ryamizard juga berpendapat, tidak perlu.

Diberitakan, pemerintah Turki mendeportasi 152 WNI yang diduga kuat berafiliasi pada ISIS.

Tidak hanya 152 itu saja, ada sebanyak 435 WNI yang juga direncanakan akan dipulangkan ke tanah air.

Tapi lain lagi menurut Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Pernyataan Ryamizard itu di konter mentah mentah oleh pihak oposisi pemerintah ini yang menilai, warga negara Indonesia ( WNI) yang ditangkap di Turki karena diduga merupakan kelompok ISIS tetap harus mendapatkan perlindungan dari negara.

Menurutnya secara konstitusi, mereka wajib dilindungi oleh negara dan perintah itu tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

“Saya kira perlu dilindungi semua yang menjadi subjek warga negara indonesia, secara konstitusi wajib dilindungi oleh negara,” ujar Fadli, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Meski demikian, Fadli meminta supaya pemerintah juga menyelidiki apakah WNI yang ditangkap tersebut benar-benar simpatisan ISIS atau bukan.

Jika terbukti, maka harus diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku di Tanah Air.

Sebagai masyarakat Indonesia, tentu saja kita semua harus mengetahui tentang pengertian kewarganegaraan karena pada dasarnya banyak sekali macam pengertian kewarganegaraan dari para ahli yang ada di dunia ini.

Sebagai warga Indonesia yang memiliki kewarganegaraan Indonesia, mungkin ada di antara kita yang belum tahu pasti.

Namun ternyata kewarganegaraan itu diatur dalam undang undang kewarganegaraan untuk melindungi hak dan kepentingan segenap Warga Negara Indonesia.

Dan perlu diketahui jika masyarakat bisa kehilangan kewarganegaraan mereka dengan beberapa kondisi.

Setiap Warga Negara dapat dengan sendirinya mengalami kehilangan status kewarganegaraannya karena :

Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri.

Tidak menolak atau melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu.

Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin Presiden.

Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh Warga Negara Indonesia.

Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut.

Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing.

Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya.

Bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama 5 (lima) tahun terus menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia sebelum jangka waktu 5 (lima) tahun itu berakhir, dan setiap 5 (lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi Warga Negara Indonesia kepada Perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal Perwakilan Republik Indonesia tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.

Warga Negara Indonesia dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri apabila yang bersangkutan sudah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.

Penyebab hilangnya kewarganegaraan Indonesia diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2007 tentang Tata cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan,dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Reporter : Nchy

Categorised in: , ,

No comment for Apakah WNI yang Terlibat ISIS Masih Diakui Sebagai Warga Negara Indonesia ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *