Menu Click to open Menus
Home » Headline » Gabungan Elemen Rakyat & Organisasi di Indonesia Menolak Kembalinya Eks WNI-ISIS

Gabungan Elemen Rakyat & Organisasi di Indonesia Menolak Kembalinya Eks WNI-ISIS

(600 Views) February 10, 2020 11:28 pm | Published by | No comment

JAKARTA, HEADLINE NEWS – Gerakan Moral Anak Bangsa yang terdiri dari berbagai elemen Masyarakat dan beberapa Organisasi di Indonesia yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB) menggelar aksi Penolakan terhadap rencana Pemulangan Combatan ISIS atau eks WNI Pendukung ISIS ke Indonesia. Bertempat di Taman Pandang Monas depan Istana Negara, Jakarta. Senin (10/02).

Beberapa tokoh masyarakat, Ulama, dan Aktivis secara bergantian menyampaikan orasinya dan juga untuk diperdengarkan kepada pihak Istana dengan harapan orasinya sampai ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Selain penyampaian orasi, giat aksi ini juga disertai dengan pembubuhan cap jari (jempol) dengan tinta berwarna merah di sebuah kain putih yang terbentang panjang tepat menghadap istana.

Selaku Penanggung jawab aksi : Oscar Pendong, Jendral Lapangan (Jenlap) : Frangky L. Manuhutu (Ketum BPPRI), Kordinator Lapangan (Korlap) : Andre Dande dan Andreas Rehiary, Humas : Baney, Jackwan, Novy Vicky Akihary.

Ditengah kegiatan penyampaian orasi, sekitar lima (5) orang dipanggil oleh pihak istana. Kelima orang tersebut adalah Oscar Pendong (Penanggungjawab Aksi), Lucky Indrawan (Ketua Pemuda dan Olahraga PADI), Ramlan (Pengurus cabang NU di salah satu Kabupaten di kepulauan Riau), Effendi (Sekjen BARABAJA), dan Frangky L. Manuhutu (Ketum BPPRI),

Menjadi sebuah kebetulan bagi mereka, atas panggilan tersebut. Dengan begitu mereka bisa langsung menyampaikan keinginan mereka mewakili (atasnama) masyarakat Indonesia. Namun sangat disayangkan, Presiden sedang tidak ada di tempat, karena ada kunjungan kerja ke Australia (Negara Tetangga), dan akan kembali besok.

Tapi itu bukanlah kendala bagi mereka, aspirasi harus tersampaikan, itulah tekad mereka. Sampai gerbang istana tepatnya di kantor sekretariat istana, kelimanya disambut baik oleh Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum dan HAM, Bapak Rumadi dan Bapak Theo.

Aspirasi yang disampaikan ada 4 Point, sebagai berikut :

  1. Meminta kepada Presiden dan Kementerian-kementerian serta Lembaga-lembaga Negara seperti DPR untuk bertindak Tegas Menolak eks WNI Pendukung ISIS Kembali ke Indonesia.
  2. Rapat terbatas tidak ada Urgensinya, karena mereka bukan lagi WNI dan tidak penting untuk dibahas, apalagi diberikan kesempatan kembali.
  3. Bapak Presiden Jokowi harus tegas menolak eks WNI-ISIS kembali ke Indonesia beserta simpatisannya, agar rakyat Indonesia bisa hidup Aman, Naman, Tentram, dan Damai.
  4. Rakyat Indonesia mendukung penuh Bapak Presiden Jokowi beserta Jajarannya dan juga TNI-POLRI untuk Menolak eks WNI Pendukung ISIS, dan menanggulangi teroris-teroris ISIS yang ada di Indonesia, demi masa depan Bangsa dan anak cucu kita semua.

“Kami membutuhkan kepastian dari Bapak Presiden, dan Kami akan turun ke jalan terus untuk menolak ISIS, hingga Bapak Presiden memenuhi keinginan tersebut,” ujar Oscar Pendong kepada Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum dan HAM.

Ternyata apa yang sampaikan oleh kelima perwakilan organ tersebut sama dengan apa yang dirapatkan pihak Presiden tadi pagi. Dan beliau-beliau sangat mendukung Penolakan kembalinya eks WNI Pendukung ISIS ke Indonesia.

Dalam kurun waktu ± 30 menit, mereka didalam Istana Negara, yang mana sebelumnya mengalami sedikit perdebatan mengenai bahasa “Pemulangan & Penanganan” eks WNI-ISIS, dan akhirnya mendapat respon.

“Berhubung Bapak Presiden tidak ada ditempat, maka pesan mereka akan disampaikan sekembalinya Bapak Presiden beserta Kepala Staf Presiden, Moeldoko, yang mana agendanya malam ini akan kembali ke Indonesia, dan hal ini akan dibahas besok sore,” ujar salah satu anggota Deputi V.

Setelah mendapatkan jawaban tersebut, kelima perwakilan organ tadi kembali merapat ke barisan aksi dan menyampaikan apa yang mereka dapat.

“Kita berharap terhadap pemerintahan Jokowi, Janganlah ada statemen-statemen pribadi ataupun kenegaraan, kita tidak bisa menghalang orang lain minta suaka politik mereka. Jangan ada lagi menteri yang melakukan statemen blunder-blunderan, mengambil langkah sendiri-sendiri dan bicara atas nama Pemerintah,” ujar Bung Ramlan, salah satu Pengurus cabang NU di Riau.

Mari kita tunggu kembalinya Bapak Presiden dan esok kita akan mendapatkan statement dari Kepala Negara bahwasannya Menolak dan Mengantisipasi dari 600 orang tersebut yang bakal pulang. Bahkan perlu juga memerintahkan seluruh Imigrasi dan juga pintu masuk Republik ini untuk ditandai dan dipasang foto-foto mereka di kantor Imigrasi dan Pelabuhan-pelabuhan. Ini merupakan langkah tegas, itu karena pahamnya akan mereka bawa dan akan mereka tularkan kepada anak bangsa. Hal ini akan sangat membahayakan Republik ini,” lanjutnya.

Oscar Pendong, Penanggungjawab Aksi.

“Untuk itu, Kita berharap apa yang Kami sampaikan tadi berlima di Sekretariat istana (KSP) mendapatkan apresiasi. Kita tunggu saja statement dari Bapak Presiden Jokowi,” ucap Oscar Pendong menutup aksi orasi.

Reporter : Putri.

Tags: , , ,
Categorised in: , ,

No comment for Gabungan Elemen Rakyat & Organisasi di Indonesia Menolak Kembalinya Eks WNI-ISIS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *