Menu Click to open Menus
Home » Berita » Jendela Nusantara » Gadis Desa Sade Diculik Kerabatnya, Karena Tidak Saling Mencintai, Berharap Dinikahkan

Gadis Desa Sade Diculik Kerabatnya, Karena Tidak Saling Mencintai, Berharap Dinikahkan

(317 Views) September 15, 2019 2:41 am | Published by | No comment

Tradisi Kawin Lari dan Kawin Culik Desa Sade

Mataram – Headline News –  Indonesia adalah Negara Kepulauan yang memiliki berbagai macam adat dan kebudayaan yang luar biasa indah dan unik yang menjadi daya tarik sendiri bagi dunia.

Salah satunya adalah tradisi mengepel lantai dengan kotoran sapi, yang dimiliki oleh Desa Sade, Lombok Tengah, sebuah desa yang sampai saat ini masih terus berusaha untuk melestarikan budaya nenek moyangnya.

Kotoran sapi yang digunakan pun tidak boleh yang kering. Melainkan kotoran yang masih basah alias kotoran yang baru.

“Jadi kami ambil kotoran sapi yang masih fresh, yang masih basah,” ujar salah satu penduduk di desa tersebut.

Meski kotoran yang digunakan sangat mengganggu penciuman, namun hal itulah yang justru menjadi daya tarik dari desa Sade sendiri.

Karena bagi mereka, rumah akan dikatakan bersih apabila sudah dipel dengan kotoran sapi, unik bukan ???

Biasanya, kegiatan mengepel rumah dengan kotoran sapi ini dilakukan pada saat sore hari arau pagi hari, sehingga ketika malam hari, kotorannya sudah kering dan tidak berbau lagi.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, kotoran sapi mampu membuat lantai rumah mereka menjadi lebih kuat dan tidak mudah kotor.

Oleh karena itu, ketika ada acara sakral di daerah tersebut, masyarakat wajib mengepel rumahnya dengan kotoran sapi. Jika tidak, rumah mereka belum bisa dikatakan bersih.

Kebiasaan tersebut sudah berlangsung lama dan terus dilestarikan hingga saat ini oleh masyarakat sekitar.

Tidak hanya membersihkan lantai dengan kotoran sapi, desa Sade sendiri memiliki banyak keunikan lain.

Beberapa di antaranya adalah budaya kawin lari dan kawin culik. Prihal Kawin lari dan kawin culik sendiri terilihat sama namun nyatanya berbeda. Karena kawin lari adalah pihak wanita dan laki-laki saling mencintai. Namun untuk kawin culik, biasanya wanita tidak mencintai laki-laki yang menikahinya atau biasanya karena perjodohan.

Kawin Lari

Jadi di desa tersebut apabila sepasang muda mudi saling mencinta dan ingin menikah, maka si wanita yang ingin dinikahi harus dibawa lari terlebih dahulu oleh sang pria, hingga waktu berkisar 2 sampai 3 hari, baru pihak laki-laki memberi konfirmasi kepada keluarga wanita bahwa ia telah dilarikan oleh anaknya dan mereka meminta ijin supaya keduanya untuk dinikahi.

Kawin Culik

Ini juga unik aneh bin spektakuler nyeleneh, ceritanya bilamana ada perjodohan atau yang mana kedua pasangan muda mudi ini tidak saling mencinta maka ketika mereka akan dikawinkan, maka si Wanita harus diculik terlebih dahulu oleh si pria, dan di sekap oleh si pria selama 3 hari.

Setelah itu pihak si pria mendatangi pihak si wanita untuk konfirmasi, bahwa anak wanitanya telah diculik oleh anak laki lakinya, jadi mau tidak mau mereka berdua harus dinikahi, sehingga meski keluarga si gadis tidak suka, mereka tidak bisa menolak.

Satu hal lagi yang sangat vital di adat desa Sadek tersebut adalah, mereka juga akan merasa terhina apabila pihak laki-laki melamar wanita yang dicintainya. Karena di budaya mereka tidak ada istilah lamaran yang ada ya itu tadi…budaya Melarikan Anak Gadis Orang.

Benar benar aneh dan unik !!!

Bersambung

Reporter: Meilina Astariah

Categorised in:

No comment for Gadis Desa Sade Diculik Kerabatnya, Karena Tidak Saling Mencintai, Berharap Dinikahkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *