Menu Click to open Menus
Home » Headline » Ketum GARDA Nusantara Mengapresiasi Dan Dukung Penuh Penolakan Eks WNI-ISIS Beserta Keturunannya Kembali Ke Indonesia

Ketum GARDA Nusantara Mengapresiasi Dan Dukung Penuh Penolakan Eks WNI-ISIS Beserta Keturunannya Kembali Ke Indonesia

(545 Views) March 5, 2020 11:43 pm | Published by | No comment
GARDA Nusantara bersama Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB), di Taman Pandang Monas, depan Istana, Jakarta. Kamis (05/03).

JAKARTA, HEADLINE NEWS – Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB) adalah Gerakan gabungan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi masyarakat se-Nusantara. Yang terdiri dari Komponen Anak Bangsa yang setia kepada Republik Indonesia, berpartisipasi dalam aksi TOLAK ISIS.

Aksi Tolak ISIS seri ke-2 hari ini merupakan aksi lanjutan dari aksi yang sebelumnya, yakni tanggal 10 Februari 2020 lalu, yang digelar ditempat yang sama, yakni di Taman Pandang Monas, Jakarta. Kamis (05/03).

GRPB beranggapan bahwa Eks WNI pendukung ISIS beserta keluarganya yang sudah meninggalkan Indonesia bukan lagi anak-anak ‘Kandung’ Republik Indonesia, sebab mereka telah berkhianat pada bangsanya sendiri. Bagi GRPB, Keluarga adalah peran utama terbentuknya sebuah ‘Ideologi’.

GARDA Nusantara adalah salah satunya organ yang tergabung dalam GRPB, juga turut mendukung gerakan aksi ini. Yang bertujuan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, melalui Menko Polhukam yang rencananya akan memulangkan anak-anak eks ISIS dibawah 10 tahun dengan syarat-syarat tertentu. Dan GARDA Nusantara sampaikan satu kata sepakat yakni “TOLAK !!!”

Andre Wardana, Ketua Umum GARDA Nusantara.

Andre Wardana selaku Ketua Umum GARDA Nusantara, sangat mengapresiasi gerakan anak bangsa yang cinta NKRI ini. Dia sangat mendukung tentang Penolakan pemulangan anak-anak keturunan eks WNI-ISIS tersebut.

“Ketika sebagian orang terlelap dengan nyenyak, kami tetap terjaga untuk membentengi NKRI & Pancasila dari ancaman ideologi sesaat yang sesat. Karena, darahku untuk Indonesia, dan NKRI adalah harga mati bagi kami. Dan Ketika ancaman bagi keamanan nasional sudah ada di depan mata janganlah diam. Tetapi, bicaralah dengan bahasa kebenaran secara lantang tanpa ragu dan takut….,” ujarnya.

Andre juga mengatakan dengan tegas bahwa GARDA Nusantara tidak akan pernah diam dan akan tetap menolak keras pemulangan anak-anak ISIS tersebut, meskipun hanya anak-anak di bawah umur, tapi mereka sangatlah berbahaya, yang mana dikhawatirkan nantinya akan menyebarkan ajaran ideologi radikalismenya kepada anak-anak bangsa ini.

Lima point tuntutan dan pernyataan sikap GRPB adalah sebagai berikut :

  1. Rakyat MENOLAK kepulangan anak-anak Yatim-Piatu serta anak-anak berusia dibawah 10 tahun eks WNI ISIS;
  2. Negara WAJIB memprioritaskan anak kandung Republik Indonesia daripada anak kandung Teroris;
  3. Pemerintah Indonesia HARUS Tegas menolak intervensi dan tekanan dari negara-negara Asing, Organisasi Internasional (PBB) dan HAM Internasional dalam hal eks WNI ISIS berikut keluarganya yang telah keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI);
  4. Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk SEGERA mengeluarkan Kepres, mencabut hak kewarganegaraan Indonesia bagi WNI yang terlibat ISIS sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia;
  5. Pemerintah Republik Indonesia HARUS Terbuka dan Transparan dalam memberikan informasi keberadaan eks WNI ISIS kepada Rakyat Indonesia.

Dengan penuh semangat anak bangsa berslogan #DARAHKUuntuk INDONESIA, #TANAH AIRKU, TUMPAH DARAHKU…

Seperti yang sudah dikatakan oleh Effendy bahwa, “Untuk kedua kalinya kami menyuarakan aksi Tolak ISIS. Bagi kami selaku anak negeri, apapun yang berbau ISIS termasuk keturunannya sudah tidak ada ampun. Dan kami berharap, para pejuang-pejuang, anak-anak Republik ini yang non-TNI, non-Legislatif, Eksekutif maupun Yudikatif yang tergabung dalam organisasi anak bangsa ini dan yang turut berpartisipasi didalamnya yang ikut mengawal, mencegat, melakukan edukasi, serta menyuarakan bahwasannya kita ini anak Ideologi Pancasila, untuk dilibatkan dalam hal tersebut. Kehadiran negara pada masyarakat dan rakyat Indonesia, apakah sudah sampai pada titik keluarga dalam hal konteks penanganan teroris (ISIS) ini ?” Ungkap Effendy saat di depan Deputi V Kabid Intelijen.

Andre melanjutkan, “Dengan semangat 45, GARDA Nusantara menolak semua bentuk Radikalisme apapun namanya demi Pancasila, UUD 45 dan NKRI harga mati di Negeri yg kita cintai ini. Yang penting perwakilan kita sudah di akomodir dan diterima oleh staf istana, dan kita juga sudah sampaikan keinginan kita, aspirasi kita tentang penolakan mereka untuk masuk di wilayah kedaulatan NKRI. Untuk mereka tidak ada kata RASA PERIKEMANUSIAAN, karena mereka lebih biadab dari binatang. Dan saya Andre Wardana, atas nama GARDA Nusantara menyampaikan, jika PEMERINTAH tetap melanjutkan pemulangan mereka, kami tidak akan diam, kami akan terus lanjutkan turun ke jalan untuk MENOLAK EKS WNI KOMBATAN ISIS beserta keturunannya, menolak semua bentuk Radikalisme yang ada, selain dari segi kemanusiaan, GARDA Nusantara juga turut mengawal program pemerintah. Dan yang gak kalah pentingnya adalah mempererat persahabatan dan persaudaraan tanpa mengenal apapun dan bagaimanapun, untuk saling menjaga Marwah dan martabat bangsa ini,” tutup Andre.

Reporter : Putri.

No comment for Ketum GARDA Nusantara Mengapresiasi Dan Dukung Penuh Penolakan Eks WNI-ISIS Beserta Keturunannya Kembali Ke Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *