Menu Click to open Menus
Home » Berita » Politik » Mega Proyek Pemindahan Ibu Kota Baru yang Beranggaran Rp 466 Triliun

Mega Proyek Pemindahan Ibu Kota Baru yang Beranggaran Rp 466 Triliun

(354 Views) June 20, 2019 5:12 pm | Published by | No comment

Jakarta – Headline News – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro yang biasa disingkat PPN atau lebih dikenal dengan Ketua Bappenas , di Jakarta, Selasa (18/6/2019) memastikan bahwa pemindahan ibu kota Indonesia ke luar Pulau Jawa bukanlah sekedar wacana belaka.

Untuk mulai proses konstruksi ibu kota baru tersebut akan jatuh pada tahun 2021, dengan anggaran kurang lebih Rp 466 triliun.

Sementara proses pemindahan ibu kota yang baru itu direncanakan akan dimulai tiga tahun setelah pembangunan dimulai, atau pada 2024.

“Ini tentu bukan wacana. Kalau sudah ada plan-nya, artinya bukan wacana dong,” jelas Bambang di Gedung BPPN, Jakarta, seperti yang pernah dikutip CNN Indonesia.

Wacana pemindahan ibu kota, menurutnya, sudah lama dikaji dan pemerintah telah menyiapkan perencanaan yang rinci dan mumpuni.

Kajian lokasi tersebut mencakup model bisnis pembangunan yang akan diterapkan sekaligus studi kelayakan terhadap kota yang akan menjadi kandidat calon ibu kota baru.

Perkembangan studi untuk kota-kota yang menjadi calon ibu kota, sambungnya, sudah mencapai lebih dari 90 persen dan Presiden Joko Widodo akan mengumumkan kota yang terpilih nantinya secara resmi.

“Jadi nanti presiden sendiri yang akan mengumumkan lokasinya. Tahun ini pengumumannya,” ujar Bambang.

Walau begitu ia tidak dapat memastikan kapan pengumuman tersebut akan dilakukan, dia hanya menyebutkan “pada waktu yang tepat”.

Meskipun belum menyebutkan nama kota yang menjadi kandidat sebagai ibukota, Bambang menyatakan diduga kuat calonnya adalah kota di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Dari kajian pihak Bappenas, Kalimantan Timur terdapat ketersediaan air bersih yang cukup tinggi, infrastruktur yang memadai, serta bebas gempa bumi dan kebakaran hutan. Apalagi, struktur masyarakatnya cukup heterogen, sehingga potensi konflik sosial terbilang minim. Akan tetapi kendalanya adalah, Kalimantan Timur disebutnya masih rawan banjir.

Sementara itu, wilayah Kalimantan Tengah memang terbebas dari banjir dan gempa bumi. Tapi kendala wilayah yang satu ini adalah ketersediaan tanah airnya cukup terbatas dan struktur lahannya masih didominasi lahan gambut yang kerap rawan kebakaran.

Hal yang paling diperhatikan adalah potensi konflik sosial di Kalimantan Tengah yang cenderung tinggi karena tipe masyarakat yang homogen.

Untuk saat ini, kota yang paling banyak disebut sebagai kandidat ibu kota baru adalah Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Mengenai anggaran, Bambang mengatakan Bappenas akan mengalokasikan untuk tahap perencanaan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Dilansir dari Republika.co.id mengabarkan, kalau Bappenas telah mengusulkan pagu indikatif untuk tahun anggaran 2020 sebesar Rp1,812 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari perencanaan pembangunan nasional sebesar Rp931,98 miliar, dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas lainnya Rp870,25 miliar, serta pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Rp10 miliar.

Angka pada usulan tersebut naik sekitar 1,7 persen dibanding pagu definitif anggaran Bappenas tahun 2019 sebesar Rp1,78 triliun. Dalam Rapat Kerja (Raker) Bappenas bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (18/6), usulan tersebut disetujui.

Anggaran dalam jumlah signifikan baru akan dimasukkan pada APBN 2021 karena menurut Bambang, kegiatan konstruksi pembangunan kota akan dimulai.

Berdasarkan data yang dimiliki Bappenas, proses pembangunan dan pemindahan ibu kota tersebut akan menghabiskan dana sekitar Rp 466 triliun. Dari jumlah tersebut, APBN rencananya hanya akan mengambil porsi Rp30,6 triliun, atau 6,56 persen dari kebutuhan anggaran.

Sisanya yang Rp 435,4 triliun, diharapkan bisa didapat dari pendanaan swasta. Rinciannya, Rp 340,4 triliun dari Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Rp 95 triliun diambil dari swasta murni.

Ibu kota baru direncanakan akan berdiri di atas lahan seluas 200.000 hektare (ha) dan Kota tersebut akan dibagi menjadi tiga zona, yaitu kawasan inti, kawasan Ibu Kota Negara (IKN), dan perluasan IKN.

Bambang menyatakan pembangunan ibu kota bakal dilakukan berdasarkan konsep future city, kota masa depan yang hijau dan pintar, sesuai dengan strategi pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) Indonesia.

Reporter : Luq

Categorised in: , ,

No comment for Mega Proyek Pemindahan Ibu Kota Baru yang Beranggaran Rp 466 Triliun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *