Menu Click to open Menus
Home » Berita » Bisnis » MES – Indo Premier, Ungkap Tentang Saham Investasi Dalam Pandangan Syariah

MES – Indo Premier, Ungkap Tentang Saham Investasi Dalam Pandangan Syariah

(146 Views) February 27, 2020 11:56 pm | Published by | No comment

JAKARTA, HEADLINE NEWS – Terkait Bisnis Saham yang banyak beredar di masyarakat, yang mana sebagian besar dari mereka percaya akan hal yang berbau Syariah. Maka terkait hal tersebut, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bekerjasama dengan Indo Premier Sekuritas menggelar Diskusi dalam “Topi Diksi” (Tongkrong Ngopi sambil Diskusi) yang mengusung tema “Investasi Saham Syariah Aman dan Nyaman”, di teras Kantor Pusat MES, jalan Tebet Dalam IV E No. 70, Tebet, Jakarta Selatan. Kamis, (27/02).

Dengan menghadirkan dua pembicara, yakni Muhammad Yusuf Helmi (Pengurus Pusat MES Corporate Director KARIM Consulting Indonesia) dan Indah Nurhabibah, perwakilan dari pihak Indo Premier Sekuritas, yang mana keduanya akan menjabarkan (mengulas) tentang investasi Saham Syariah.

Dalam hal ini, Saham Syariah merupakan efek bisnis berbasis Ekuitas yang memenuhi prinsip Syariah.

Dari data yang dimiliki MES, diketahui bahwa Sejarah Perkembangan Pasar Modal Syariah adalah sebagai berikut :

  1. Pada 3 Juli 1997, untuk pertama kalinya PT Danareksa Investment Management menerbitkan Reksadana Syariah;
  2. Tanggal 3 Juli 2000, Bursa Efek Indonesia (BEI) pertama kali meluncurkan Jakarta Islamic Index Syariah;
  3. Pada 30 November 2007, Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dan Lembaga Keuangan (LK) menerbitkan list Daftar Efek Syariah (DES);
  4. Pada 7 Mei 2008, Penerbitan Undang-Undang No. 19 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN);
  5. Pada 12 Mei 2011, Index Saham Syariah Indonesia (ISSI) diluncurkan;
  6. Kemudian pada 21 September 2011, Sharia Online Treading System dilaksanakan;
  7. Pada 30 April 2013, PT Indo Premier Sekuritas menerbitkan Exchange Trade Find (ETF) Syariah berbasis Equitas;
  8. Dan pada 6 Desember 2013, PT Bank Syariah;
  9. Pada 24 Oktober 2017, PT Paytren Asset Management menjadi Manager Investasi Syariah untuk pertama kalinya;
  10. Dan pada bulan April 2019, Fatwa terkait Sub Rekening Efek Syariah oleh KSEI (PT Kustodian Sentral Efek Indonesia).

Prinsip Syariah merupakan prinsip yang menunjukkan bahwa usaha yang dijalani tersebut adalah halal dan tidak mengandung Mudharat, serta tidak ada unsur Riba’. Seperti halnya dengan mekanisme Perdagangan yang dijalankan, yakni tentang larangan Riba’, Gharar, Maisir, dan Qimar, serta transaksi Dharar.

Terdapat 2 golongan saham, yakni :

  1. Saham bersifat Bisnis, meliputi : Perdagangan yang dilarang, Jasa Keuangan Ribawi, Produk atau Distribusi Barang Haram atau yang dapat merusak Moral dan Mudharat.
  2. Saham bersifat Financial, yang meliputi : Total hutang berbasis bunga terhadap total aset tidak boleh lebih dari 45 persen dan Total Pendapatan Non-Halal dibandingkan dengan Total Pendapatan tidak boleh lebih dari 10 persen.

Mengenai Penerapan Prinsip Syariah dalam mekanisme Perdagangan Efek yang bersifat Equitas di pasar Reguler Bursa Efek tercantum dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No.80/DSN-MUI/III/2011.

Akad dan Larangan dalam Bisnis saham investasi syariah, adalah :

  1. Syirkah al-Musahamah : akad kerjasama yang tidak mengenal batas waktu;
  2. Ba’i al-Musawamah : akad jual – beli dan tawar – menawar secara berkelanjutan di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI);
  3. Ba’i al-Maqdum : Jual – beli dimana si penjual tidak memiliki barangnya atau sahamnya (short selling);
  4. Margin Trading : Perdagangan yang menggunakan fasilitas pinjaman (Riba’).

Keuntungan Investasi Saham Syariah, meliputi :

  1. Capital Gain, yakni Keuntungan Investasi dari selisih harga beli dan jual;
  2. Dividen atau Bagi Hasil, yakni Keuntungan Investasi dari pembagian keuntungan Perusahaan;
  3. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diadakan oleh emitmen atau perusahaan yang sahamnya listing dari bursa;
  4. Investasi Halal, Dengan investasi di saham Syariah, secara otomatis akan terhindar dari Investasi yang dilarang (Haram).

“Dalam hidup ini memang tidak harus ideal. Dan di dunia ini ada dua pilihan yakni Maslahat dan Mudharat, yang mana keduanya harus jelas, dan kita harus bisa memilih salah satunya. Yakni, yang mana Maslahat nya lebih besar,” ujar Yahya Helmi.

Terkait sistem perdagangan saham yang dapat mendeteksi transaksi yang tadi sesuai dengan prinsip Syariah adalah Sharia Online Trading System (SOTS), yang diterbitkan pertama kali oleh Indo Premier Sekuritas yang kemudian dikembangkan. SOTS terpercaya di dunia sejak tahun 2011.

Mengapa kita harus pilih IPOT Syariah ?

“Karena Investasi Produk Syariah tergabung dalam satu akun yakni Saham Syariah, Reksadana Syariah, dan ETF Syariah. Yang mana telah tersertifikasi DSN-MUI No.001.58.02/DSN-MUI/I/2018,” ungkap Indah Nurhabibah selaku perwakilan dari pihak Info Premier Sekuritas.

Lanjutnya, “Saya berharap, kita semua bisa mensyiarkan mengenai investasi syariah ini ke semua orang, baik kerabat/keluarga maupun khalayak umum lainnya, sebab masih banyak masyarakat Indonesia yang percaya dengan Investasi yang berlogo syariah, khususnya masyarakat di daerah, sebagai pilihan untuk investasi masa depan,” pungkasnya.

Acara Tongkrong Ngopi sambil Diskusi (Topi Diksi) ditutup dengan sesi foto bersama para peserta diskusi yang rata-rata dari pegiat sosmed dan mahasiswa.

Reporter: Putri.

No comment for MES – Indo Premier, Ungkap Tentang Saham Investasi Dalam Pandangan Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *