Menu Click to open Menus
Home » sosial » Mesranya Pertemuan Dewan Pers 2016 – 2019 Dengan Dewan Pers 2019 – 2022

Mesranya Pertemuan Dewan Pers 2016 – 2019 Dengan Dewan Pers 2019 – 2022

(268 Views) June 13, 2019 3:37 am | Published by | No comment

Jakarta – Headline News – Pengurus Dewan Pers periode 2016-2019, yang dipimpin oleh Yosep Adi Prasetyo melakukan pisah sambut dengan anggota Dewan Pers periode 2019-2022, yang dipimpin oleh Mohammad Nuh yang pernah Menjabat Menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Acara pisah sambut tersebut digelar di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat pada hari Rabu tanggal 12/06/2019.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh 2 orang Menteri yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Rudiantara dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise.

Turut hadir juga pejabat lainnya seperti Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal, Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi, Mantan Ketua Dewan Pers Bagir Manan dan sejumlah tokoh lainnya.

Acara Pisah Sambut ini disemarakkan dengan hadirnya beberapa  Organisasi Pers seperti Ketua PWI dan Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia Bapak Hartanto Buchori dan Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Ibu Uni Lubis dan tidak ketinggalan beberapa anggota IJTI dan AJI turut memeriahkan acara tersebut.

Acara Pisah Sambut tersebut bertujuan untuk mempertemukan para anggota Dewan Pers periode sebelumnya yang dipimpin oleh Yosep Adi Prasetyo dan anggota Dewan Pers yang dipimpin oleh Mohammad Nuh periode sekarang.

Mohammad Nuh yang pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) terpilih menjadi Ketua Dewan Pers periode 2019-2022, dan sudah dilantik sejak 21 Mei 2019 lalu.

Dia mengharapkan media dapat menjadi mediator yang baik dan seimbang untuk hadir di antara masyarakat.

“Tantangan media sekarang itu ikuti saja pola kaidah keilmuan, mulai dari data informasi knowladge. Sehingga tidak mungkin mendapat informasi oksigen yang fresh lalu data tak jelas, karena informasi harus dapat dari data. Baru dari situ informasi diolah jadi knowladge,” kata M Nuh.

Mohammad Nuh juga menyebutkan supaya media harus memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat. Sebab, dia menilai sejumlah masyarakat masih kesulitan dalam menyaring berita yang ada.

“Media harus punya fungsi yang kedua yaitu melakukan pemberdayaan di masyarakat, dari pemberdayaan itulah maka fungsi yang ketiga, adalah pencerahan. Maka akan tambah jelas media bisa memastikan mana yang salah dan benar”.

“Kami sangat yakin informasi yang dihasilkan itu ibaratnya oksigen. Kalau oksigen terkontaminasi justru bukan menyehatkan tapi akan menyakitkan siapa yang menghirupnya,” kata Nuh.

Menurutnya peranan media di masyarakat Indonesia sangat siginfikan. Salah satu peran penting yang disebutkan Nuh adalah dalam pendidikan atau edukasi.

Masyarakat nantinya akan bisa memilah mana yang baik dan yang buruk bila mendapatkan pencerahan dan edukasi yang benar dari media.

“Karena dengan tingkat edukasi yang baik masyarakat secara otomatis melalui dirinya sendiri bisa melakukan filter,” kata Nuh.

Media harus menjadi pendingin bagi masyarakat ketika situasi sedang panas. Menurutnya, media harus bisa memperhatikan adanya perbedaan di tengah masyarakat dan memberikan informasi yang tidak memecah belah”.

“Media juga harus menjadi pendingin. Kalau fungsi media menjadi pemanas, situasi bangsa panas media harus jadi pendingin,” jelas Nuh.

Sementara itu Yosep Adi Prasetyo ketua Dewan Pers sebelumnya dalam acara tersebut sempat memberikan kata sambutan.

Dia mengatakan anggota Dewan Pers yang baru akan langsung disuguhi satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dengan baik.

“Kita tahu setelah libur Idul Fitri sudah ada PR (Pekerjaan Rumah) Dewan Pers ini karena ada liputan yang dilaporkan. Saya kira Dewan Pers akan mencoba menyelesaikan dengan UU 40 tahun 1999,” katanya.

“Menurutnya pekerjaan rumah berat bagi Dewan Pers ke depan adalah bagaimana membuat kemerdekaan pers di republik ini serta meningkatan profesionalitasnya”.

“Jangan sampai kemudian ditemukan media-media yang tidak jelas,” jelasnya.

Yosep pun berharap, agar lembaga Dewan Pers semakin lebih baik di bawah kepemimpinan Mohammad Nuh.

“Saya berharap Dewan Pers ke depan itu pekerjaannya lebih lancar. Saya kira, pers merupakan bagian penting dalam demokrasi ini, karena kita tahu ketika eksekutif bermasalah, yudikatif bermasalah, legislatif bermasalah, pers yang menjadi pilar keempat berdemokrasi yang bekerja. Pers yang harus tepat dan kritis menyampaikan kritik-kritiknya, pers harus menyampaikan peringatan-peringatan sebagai bagian early warning system,” katanya.

Reporter : Lucky

Categorised in:

No comment for Mesranya Pertemuan Dewan Pers 2016 – 2019 Dengan Dewan Pers 2019 – 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *