Menu Click to open Menus
Home » Berita » Perang Saudara Antara Keluarga Mon dan Hagabal di Papua, 6 Orang Tewas

Perang Saudara Antara Keluarga Mon dan Hagabal di Papua, 6 Orang Tewas

(272 Views) August 10, 2019 3:07 am | Published by | No comment

Puncak – Headline News – Perang saudara antara keluarga Mon dengan Hagabal di Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua sudah memasuki dalam proses perdamaian.

Karena perikaian tersebut, Distrik Ilaga Utara terkena langsung dampak dari perang saudara tersebut.

Perang saudara di daerah Puncak ini telah memakan setidaknya 6 orang tewas , dan sejumlah warga lainnya luka-luka terkena anak panah.

Situasi itu membuat murid sekolah dasar di wilayah tersebut tidak dapat melakukan aktivitas belajar.

Kedua pihak saling curiga dan menjaga daerahnya dengan senjata busur dan anak panah.

Perang saudara ini telah berlangsung dari Maret 2019 yang mengakibatkan terganggunya keamanan di kabupaten tertinggi di Indonesia ini.

Bupati Puncak Willem Wandik, ahkirnya melakukan pertemuan dengan pihak Mom dan Hagabal guna nelerai perang saudara yang dikhawatirkan dapat semakin melebar.

Pertemuan dilaksanakan di Kampung Mayuberi dan Kampung Oleiki, Distrik Ilaga Utara pada Rabu, 7 Agustus 2019 lalu.

Pertemuan juga dihadiri Kapolres Puncak Jaya dan Puncak AKBP Ari Purwanto dan Dandim 1714 Puncak Jaya dan Puncak Letkol Inf Agus Sunaryo.

Pertemuan awal dilakukan dengan pihak keluarga korban Hagabal dan Labene yang lebih banyak jatuh korban. Pertemuan ini berlangsung di Kampung Mayuberi.

Dalam pertemuan tersebut bupati tidak lupa menyerahkan bantuan dana kepada pihak korban untuk menuju tahapan perdamaian.

Bupati juga bertatap muka dengan keluarga korban, sekaligus mendengar apa yang menjadi permintaan dari keluarga korban.

Saat dipertemuan, bupati meminta kepada Suku Mom agar menahan diri dan tidak lagi angkat busur dan panah hingga tahapan proses adat perdamaian selesai.

“Saat itu jatuh korban antara dua belah pihak, dan pemerintah daerah sudah mengambil tindakan untuk mendamaikan kedua bela pihak,” katanya.

Tetapi ternyata ada provokator yang tidak puas dengan prosesi perdamaian di Timika dan membawa perang ini ke Kabupaten Puncak.

Hingga akhirnya pecah perang saudara di Ilaga Utara yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa lagi.

Bupati menambahkan, tahapan perdamainan ini sudah di laksanakan selama satu minggu. “Kami telah bertemu dengan tokoh gereja, TNI, Polri, serta sudah dilakukan prosesi adat. Mereka memfasilitasi perdamaian ini,” paparnya.

Bupati juga mengajak masyarakat Puncak untuk berhenti mengangkat busur dan panah, dan lebih mengedepankan penyelesaian masalah dengan menggunakan hukum.

“Ketimbang dengan angkat panah, karena yang menderita nantinya anak dan istri,” tandasnya.

Sementara itu Kapolres Puncak Jaya AKBP Ari Purwanto menyambut baik niat dari kedua pihak yang ingin berdamai ini. “Sempat diwarnai persebatan yang cukup alot,” katanya.

Reporter : Lucky

Categorised in: ,

No comment for Perang Saudara Antara Keluarga Mon dan Hagabal di Papua, 6 Orang Tewas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *