Menu Click to open Menus
Home » Berita » Kriminal » Polisi Berhasil Tangkap 257 Provokator Bersama Uang 5 Juta Untuk Biaya Operasional

Polisi Berhasil Tangkap 257 Provokator Bersama Uang 5 Juta Untuk Biaya Operasional

(279 Views) May 22, 2019 11:07 pm | Published by | No comment

Jakarta – Headline News – Aparat Kepolisian telah berhasil menangkap 257 orang yang terbukti sebagai provokator yang melakukan aksi pembakaran dan pengerusakan sejumlah fasilitas dalam aksi massa 22 Mei.

Sebanyak 257 tersangka tersebut diamankan di tiga lokasi berbeda yaitu di daerah Gambir, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Petamburan Jakarta Pusat.

“Dari tiga TKP tersebut, di Bawaslu diamankan 72 tersangka, Petamburan 156 tersangka dan Gambir 29 tersangka,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (22/5/2019).

Menurut Argo sebagian besar tersangka berstatus tidak bekerja. Bahkan, banyak dari para tersangka yang berpenampilan penuh dengan tato di sekujur tubuhnya.

Argo mengungkapkan 257 tersangka yang telah diamankan mengaku disuruh oleh seseorang. Oleh karena itu polisi samapi hari ini masih melakukan penyelidikan untuk mencari siapa aktor yang menjadi dalang provokasi massa tersebut.

polisi akan terus berusaha bekerja keras menguak dalang dari kerusuhan yang melanda jakarta tanggal 21 dan tanggal 22 mei ini.

Kerusuhan juga semakin jelas sebagai sebuah peristiwa yang telah terencana karena polisi menemukan batu dan ban siap bakar di sepanjang jalan lokasi Petamburan.

Pembakaran Asrama Brimob di Petamburan pun diakui tersangka sudah direncanakan sejak awal.

Tersangka sudah mengaku kepada polisi dan menceritakan kronologis rencana aksi dari pertemuan di daerah Sunda Kelapa sampai isi tulisan WA group yang terencana dan sistimatik dalam melakukan aksinya.

“Jadi mereka datang memang sudah berencana untuk membakar Asrama Brimob di Petamburan. Meraka bertemu dengan seseorang di Sunda Kelapa dan merencanakan pembakaran tersebut,” tutur Argo.

Dijelaskan Argo para tersangka merupakan warga dari luar daerah. Mereka sengaja datang ke Jakarta karena disuruh oleh seseorang yang sampai saat ini masih dalam penyelidikan polisi dan memberikan uang kepada para tersangka, mereka sangat sistematis dan terstruktur dalam melakukan aksinya sehingga terkesan pemerintah lemah dan salah.

Jadi ada dua perbedaan nyata dari masa yang berkumpul di Bawaslu dan Slipi serta Petamburan dan akhirnya menjadi rusuh, ada yang memang demonstran semata yang ikut ikutan demo dan ada juga kelompok perusuh yang sengaja memprovokasi untuk berbuat anarkis yang akhirnya sebagian orang ini berhasil ditangkap oleh polisi.

Dalam penangkapan tersebut diamankan sejumlah barang bukti berupa uang senilai Rp5 juta untuk operasional, amplop berisikan uang berkisar Rp200.000-Rp500.000 dengan nama di tiap-tiap amplop, petasan, busur panah, kamera, uang dolar AS, telepon genggam, celurit, bom molotov, dan bendera hitam.

Terkait dengan ditemukannya selongsong peluru di lokasi aksi, menurut Argo banyak senpi ilegal yang beredar luas. Ia pun memastikan peluru tersebut bukanlah dari aparat kepolisian.Karena dalam melakukan tugas pengamanan dalam menghadapi demonstran aparat tidak pernah dibekali dengan senjata api, tapi hanya dengan peluru gas air mata dan tongkat serta tameng saja sesuai SOP dari kesatuan anti huru hara kata Argo

Seluruh tersangka dikenakan Pasal 170, 212, 214, 217, 218 dan khusus untuk tersangka di Petamburan dikenakan pasal tambahan, yakni Pasal 187 terkait pembakaran.

Argo juga menghimbau kepada para masyarakat agar lebih hati hati dan memperhatikan anak anak dari para warga masyarakat supaya jangan sampai terhasut oleh kelompok kelompok radikal yang meminjam nama aksi nasional kedaulatan rakyat, tetapi ternyata sekelompok perusuh yang ingin mengacaukan negara dan kepentingan kepentingan tertentu.

Reporter : Luq

Categorised in: ,

No comment for Polisi Berhasil Tangkap 257 Provokator Bersama Uang 5 Juta Untuk Biaya Operasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *