Menu Click to open Menus
Home » Berita » Hukum » Wali Kota Surabaya Diperiksa Kejati Soal Dugaan Korupsi Triliunan Rupiah

Wali Kota Surabaya Diperiksa Kejati Soal Dugaan Korupsi Triliunan Rupiah

(307 Views) June 20, 2019 8:18 pm | Published by | No comment

Surabaya – ­Headline News – Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati).

Apa pasal, rupanya Wali Kota Surabaya yang terkenal Tegas seperti Ahok ini diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi Yayasan Kas Pembangunan (YKP) dan PT Yekape, yang dinilai merugikan negara mencapai triliunan rupiah.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah berulang kali meminta aset YKP untuk dikembalikan ke pemkot Surabaya sejak tahun 2012 silam, akan tetapi permintaan itu ditolak oleh yang bersangkutan.

“Saya pernah kirim surat ke YKP untuk menyerahkan aset itu ke pengelolanya di pemkot tahun 2012, tapi saat itu ada penolakan. Kita tidak berhenti di situ, setelah itu saya kirim surat ke Gubernur, ke KPK dan kirim surat ke sini (kejati),” ungkap Risma setelah diperiksa di Kejati Jatim, Kamis (20/6/2019).

Risma juga mengungkapkan kalau YKP tersebut adalah aslinya merupakan aset milik Pemkot Surabaya.

Karena dana modal awalnya diambil dari Pemkot Surabaya.

Ketika ditanya mengenai kerugian terkait kasus ini, Risma mengaku masih dihitung kerugiannya oleh kejaksaan.

Risma diperiksa Kejati Jatim sekitar dua jam. Selain Risma, Kejati Jatim juga memeriksa Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji. Keduanya diminta keterangan seputar keberadaan YKP dan PT Yekape.

Pihak Kajati Jatim Sunarta menyatakan, pemanggilan Risma hanya sebagai saksi pelapor untuk ditanya mengenai aset-aset apa saja yang hilang.

Dan ditanya upaya apa saja yang sudah dilakukan Risma selama ini untuk mengembalikan aset tersebut.

“Dalam berkas yang diterima kejati, adanya hak angket yang pernah dilakukan DPRD Surabaya untuk mendapatkan kembali aset YKP. Tapi pihak YKP tidak mau. Dokumen itu sudah ada tinggal dinyatakan oleh saksi,” kata Sunarta.

Sedangkan porsi pemeriksaan untuk Armuji sebagai ketua DPRD Surabaya, adalah untuk memperjelas keberadaan YKP yang pembentukan awalnya ada persetujuan dewan mengenai modal awal dari APBD.

Pemanggilan Risma dan Armuji adalah untuk memperkuat pengumpulan data untuk kejati dalam menyelesaikan kasus ini.

Hal ini dikarenakan YKP dan PT Yekape semua milik pemkot Surabaya tapi dalam perkembangannya diprivatisasi. “Kesimpulannya itu aset Pemda dan harus dikembalikan,” ucap Sunarta.

Reporter : Sutriono

Categorised in:

No comment for Wali Kota Surabaya Diperiksa Kejati Soal Dugaan Korupsi Triliunan Rupiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *